Selasa, Desember 30, 2008

Pendidikan Masih Jadi Komoditas Politik


Sampai saat ini sektor pendidikan masih dinilai menjadi sebatas komoditas politik para pengusaha baik di eksekutif maupun legislatif, sehingga dari waktu ke waktu sektor tersebut memang tidak pernah menjadi perhatian serius."Sektor pendidikan itu hanya jadi komoditas politik, perhatian terhadap sektor pendidikan hanya sebatas retorika dan pemanis bibir untuk kepentingan politik," kata Rektor Universitas Negeri padang (UNP) Prof DR Z Mawardi Effendi, MPd, di Padang, Sabtu.Dikemukakan oleh Prof DR Z Mawardi Effendi, MPd kepada wartawan usai mewisuda sebanyak 1.875 lulusan UNP, menanggapi kenyataan minimnya anggaran sektor pendidikan yang dialokasikan pemerintah dan DPRD dalam APBD Sumatera Barat Tahun 2005.Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar hanya mengalokasi anggaran sektor pendidikan sekitar lima persen saja dari total belanja dalam APBD sebesar Rp 831,19 miliar dalam tahun 2005. Alokasi dana sebesar itu, menurut Mawardi Effendi, juga tidak seluruhnya bisa digunakan untuk membangun sektor pendidikan itu sendiri. "Yang benar-benar untuk pembangunan sektor pendidikan itu kurang dari satu persen, karena sebagian besar dari anggaran itu habis untuk membayar gaji," katanya.Ia mengaku prihatin sekaligus menyayangkan kondisi tersebut. "Bagaimana tidak perhatin jika perhatian untuk dunia pendidikan itu tidak ada, sementara di luar sekolah pemerintah juga tidak menyediakan dana untuk sektor pendidikan," katanya.Mawardi Effendi menilai pemerintah daerah bersama DPRD-nya tidak pernah benar-benar concern terhadap dunia pendidikan. Jika selama ini para penguasa mengatakan bahwa sektor pendidikan dan pembangunan sumberdaya manusia adalah sangat penting, menurut dia, hal itu sama sekli tidak terbukti jika berkaca kepada APBD."Kita bisa melihat political-will pemerintah benar yang tidak ada untuk dunia pendidikan, sementara lembaga pendidikan selalu menjadi objek yang dipersalahkan. Pemerintah hanya pentingkan 'output' tanpa memedulikan proses," ujarnya.Rektor mengatakan, pendidikan seharusnya dapat dijadikan ideologi pembangunan bangsa, karena akan sangat mempengaruhi kualitas bangsa secara berkelanjutan.Ketika ditanya apa jalan terbaik guna mengatasi minimnya anggaran pendidikan, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu sekolah-sekolah."Salah satu jalan keluar adalah dengan memberdayakan masyarakat, melalui komite sekolah misalnya. hanya itu jalan keluar pada saat pemerintah tidak lagi memperhatikan dunia pendidikan," demikian Z Mawardi Effendi.

http://perpustakaan-online.blogspot.com

Burung Merak Raja di Bawah Keranjang

Seorang raja mempunyai sebuah taman, yang sepanjangempat musim selalu ditumbuhi tanam-tanaman yang wangi, hijausubur dan menyenangkan. Air mengalir berlimpah-limpahmelaluinya, dan segala macam burung bernyanyi daridahan-dahan pohon. Setiap hal yang baik dan indah yang dapatkita bayangkan terdapat di dalam taman itu. Dan di antarasemuanya itu ada sekelompok burung merak yang cantik. Sekali waktu sang raja mengambil salah seekor burung merak,dan memerintahkannya agar ia dimasukkan ke dalam kantungkulit supaya bulu-bulunya tidak dapat dilihat, sehingga iatidak dapat mengagumi keindahannya sendiri dengan cara apapun. Dia juga memerintahkan agar burung merak ituditempatkan di bawah sebuah keranjang yang hanya mempunyaisatu lubang, melalui lubang itu sedikit biji-bijian dapatdituangkan ke dalamnya untuk makanannya. Lama waktu berlalu. Burung merak itu lupa pada dirinyasendiri, sang raja, taman, dan burung-burung merak lainnya.Ia melihat pada dirinya sendiri. Burung tersebut tidakmelihat apa-apa kecuali kantung kulit yang kotor itu. Iamulai menyukai tempat tinggalnya yang gelap dan jelek; iapercaya di dalam hatinya bahwa tidak mungkin ada tempat yanglebih besar dari ruangan di dalam keranjang itu, sedemikianrupa sehingga ia menganggapnya sebagai keyakinan bahwa jikaada orang menyatakan tentang suatu kehidupan, tempat tinggalatau kesempurnaan di luar yang ia ketahui, maka iamenganggapnya sebagai kekafiran mutlak, omong kosong besardan kebodohan yang murni. Sekalipun demikian, setiap kali angin segar berhembus, danharumnya bunga-bunga dan pepohonan, violet (= sejenistumbuhan yang bunganya berbau harum), melati dan tumbuhanrempah-rempah sampai ke hidung burung itu, ia merasakankesenangan yang mengejutkan melalui lubang itu. Timbulkekhawatiran di dalam hatinya. Ia merasakan adanya hasratuntuk pergi dan kerinduan batin, tetapi ia tidak tahu darimana kerinduan itu berasal, sebab, kecuali kantung kulititu, ia tidak mengetahui apa-apa; selain keranjang itu,tidak ada dunia lain; selain biji-bijian itu, tidak adamakanan lain. Ia telah melupakan semuanya. Ketikasekali-sekali ia mendengar suara burung-burung merakbernyanyi, dan burung-burung lain berlagu, kerinduan danhasratnya timbul; tetapi ia tidak terbangunkan olehsuara-suara burung-burung itu atau hembusan angin. Pernah iabergairah memikirkan sarangnya. Angin sepoi-sepoi bertiup menyentuhku dan hampirmengucapkan kata-kata, 'aku adalah kurir untukmudari kekasihmu.' (13) Lama sekali ia memikirkan apa sesungguhnya angin yangharum itu, dan darimanakah bunyi-bunyian yang indah itudatang. Wahai kilat yang menyambar, dari perlindungansiapa engkau muncul? Tetapi ia tidak sadar-sadar juga, meskipun sepanjang masaitu kesenangan tetap tinggal di hatinya. Ah, kalau saja Laila sekali sajamengirimkan salam karunianya, meskipun diantarakami terbentang debu dan bebatuan besar. Salam kegembiraanku akan merupakan jawabnya,atau akan menjeritlah kepadanya si burung hantu,burung sakit yang memekik di tengah keremangankuburan. Burung merak itu bodoh, karena ia telah lupa kepada dirinyadan juga tanah airnya. . . . janganlah hendaknya kamu bertingkah sepertiorang yang melupakan Allah, yang mengakibatkanAllah membuat mereka lupa diri pula. (QS 59:19) Setiap kali hembusan angin atau suara-suara datang daritaman, timbul hasrat dalam diri si burung merak tanpamengetahui mengapa demikian. Kedua baris ini adalah karya seorang penyair: Kilat Ma'arra bergerak di tengah malam, iamelewati malam di Rama yang melukiskankebosanannya. Ia benar-benar menyedihkan para penunggang,kuda-kudanya, unta-unta, dan terus bertambahmenyedihkan, hingga ia hampir menyedihkanpelana-pelana (catatan: baris-baris ini berasaldari Al-Ma'arri, Siqth al-Zand. hal. 51). (14) Ia tetap kebingungan selama beberapa waktu, sampaisuatu hari sang raja memerintahkan agar burung itudilepaskan dari keranjang dan kantung kulitnya untuk dibawamenghadapnya. Peristiwa kebangkitan itu terjadi hanya dengansatu kali tiupan sangkakala saja. (QS 37:19) Apakah dia tidak mengetahui, apabila nanti sudahdibangkitkan segala isi kubur? Dan telahterungkap segala isi kalbu? Sesungguhnya Tuhanmereka pada hari itu maha mengetahuikeadaannya. (QS 100:9-11) Ketika burung keluar dari penutupnya, burung merak itumelihat dirinya berada di tengah-tengah taman. Ketikamemandang bulu-bulunya sendiri, dan melihat taman besertaaneka ragam bunganya, atmosfir dunia, kesempatan untukberjalan kesana-kemari dan terbang tinggi, serta semuasuara, irama, bentuk dan berbagai benda yang ada, ia berdirimendesah seakan-akan tak sadarkan diri (ejakulasi teofanik'syath' yang terkenal dari Husayn ibn Manshur Al-Hallaj). Wahai, sungguh aku menyesali kelalaianku dalammemenuhi kewajiban kepada Allah. (QS 39.56) Lalu Kami singkapkan tabir yang menutupimatamu, maka pandanganmu menjadi lepas jelas. (QS50:22) Mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,padahal ketika itu kamu melihat orang yangsedang melepaskan nyawanya itu, sedangkan Kamilebih dekat lagi kepadanya daripada kamu,namun kamu tidak melihat? (QS 56:83-85) Jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahuakibatnya. Sekali lagi, jangan berbuat begitu,kelak kamu akan tahu juga akibatnya. (QS102:3-4)

Diamnya Orang yang Mampu Bekerja adalah Haram


Setiap muslim tidak halal bermalas-malas bekerja untuk mencari rezeki dengan dalih karena sibuk beribadah atau tawakkal kepada Allah, sebab langit ini tidak akan mencurahkan hujan emas dan perak.
Tidak halal juga seorang muslim hanya menggantungkan dirinya kepada sedekah orang, padahal dia masih mampu berusaha untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Untuk itu Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang masih mempunyai kekuatan dengan sempurna." (Riwayat Tarmizi)
Dan yang sangat ditentang oleh Nabi serta diharamkannya terhadap diri seorang muslim, yaitu meminta-minta kepada orang lain dengan mencucurkan keringatnya. Hal mana dapat menurunkan harga diri dan karamahnya padahal dia bukan terpaksa harus minta-minta.
Kepada orang yang suka minta-minta padahal tidak begitu memerlukan, Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:
"Orang yang minta-minta padahal tidak begitu memerlukan, sama halnya dengan orang yang memungut bara api." (Riwayat Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya)
Dan sabdanya pula:
"Barangsiapa meminta-minta pada orang lain untuk menambah kekayaan hartanya tanpa sesuatu yang menghajatkan, maka berarti dia menampar mukanya sampai hari kiamat, dan batu dari neraka yang membara itu dimakannya. Oleh karena itu siapa yang mau, persedikitlah dan siapa yang mau berbanyaklah." (Riwayat Tarmizi)
Dan sabdanya pula:
"Senantiasa minta-minta itu dilakukan oleh seseorang di antara kamu, sehingga dia akan bertemu Allah, dan tidak ada di mukanya sepotong daging." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Suara yang keras ini dicanangkan oleh Rasulullah, demi melindungi harga diri seorang muslim dan supaya seorang muslim membiasakan hidup yang suci serta percaya pada diri sendiri dan jauh dari menggantungkan diri pada orang lain.
OLEH DR YUSUF QARDHAWI
Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.
Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.
Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)
Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.
Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:
Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.
Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya. Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.
Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.
Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia: 1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun. 2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun. 3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas. Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.
Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.
Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.
Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).
Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT. Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.


Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini: Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.
Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)

DISADUR DARI : http://www.eramuslim.com

Mengharapkan Rahmat Allah


Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, [QS. Ali Imran (3): 133]
Syaikh Ibnu Atho`illah berkata, “Termasuk tanda-tanda bergantung/bersandar kepada amal ialah berkurangnya harapan (kepada Allah) ketika wujudnya dosa/kesalahan”
Sering manusia lebih bersandar kepada amalnya daripada bersandar kepada rahmat Allah. Hal ini dapat dibuktikan, antara lain, ketika ia berbuat satu kema’siatan, ia akan mengingat-ingat amal shalihnya yang dianggap dapat menghapus dosanya. Dan dia tidak begitu ingat akan rahmat Allah. Dia tidak memohon rahmat dan ampunan Allah karena yaqin bahwa amal shalih yang telah dikerjakannya lebih banyak dari dosa-dosanya. Atau mungkin sebaliknya, dia tidak memandang kepada rahmat Allah dengan berkata, “Allah tidak mungkin mengampuni saya, karena dosa saya terlalu banyak sedangkan amal saya terlalu sedikit.” Padahal, Allah mengampuni seseorang tanpa melihat amalnya, tetapi Allah mengampuni seseorang karena rahmat-Nya.
Memang benar bahwa kebaikan Allah selalu turun kepada kita, sedangkan keburukan kita selalu naik kepada Allah. Namun bukan berarti kita harus berputus harapan dari rahmat Allah. Justeru ketika kita menyadari bahwa tidak ada amal yang bisa kita andalkan, dan memang amal kita tidak bisa diandalkan, seharusnya muncul satu kesadaran pula bahwa hanya rahmat Allah saja yang bisa kita andalkan. Ya, hanya rahmat Allah saja satu-satunya harapan kita. Hanya Allah yang dapat menyelamatkan kita.
Terkadang manusia juga berfikir bahwa dia akan masuk surga karena amal shalihnya dan bukan karena rahmat Allah. Padahal Nabi menyatakan bahwa kita dapat masuk surga adalah karena rahmat Allah. Amal ibadah kita selama ratusan tahun tidak akan cukup untuk membayar ni’mat penglihatan kita. Bahkan sebagai tanda kesyukuran kita akan setetes ni’mat Allah pun belum cukup. Apalagi jika digunakan untuk membayar tiket ke surga. Jelaslah bahwa kita dapat beribadah karena rahmat Allah berupa iman, Islam, ilmu, kesehatan, dll. Kita dapat mensyukuri suatu ni’mat Allah dengan adanya ni’mat Allah yang lainnya. Bukankah kemampuan kita untuk beribadah dan bersyukur itu juga merupakan pemberian Allah?
Dalam mencari nafkah pun, terkadang kita merasa bahwa rizqi itu datang dari hasil usaha kita. Bagaikan Qarun kita berkata bahwa rizqi itu tergantung pada ilmu dan usaha kita. Padahal ilmu dan usaha hanyalah cara untuk menjadikan rizqi itu halal atau haram, bukan untuk menentukan datangnya rizqi. Rizqi itu datang dari Allah. Maka mintalah kepada-Nya. Ikhtiar adalah sesuatu yang menjadikan rizqi itu halal atau haram. Ikhtiar adalah kita memilih rizqi yang halal atau yang haram. Berusaha dengan cara yang dilarang Allah berarti kita memilih yang haram. Berusaha dengan cara yang tidak dilarang Allah berarti kita memilih yang halal. Rizqi itu telah disediakan bagi kita begitu luasnya. Tinggal kita pilih, yang halal atau yang haram.
Amal bukanlah sandaran yang kuat. Amal itu terbit dari makhluq. Sedangkan makhluq adalah fana. Amal itu sendiri adalah makhluq. Bagaimana mungkin kita akan bersandar kepada makhluq? Bersandarlah kepada Allah yang Kekal. Tidak akan kecewa mereka yang bersandar dan bergantung kepada Allah.
Silahkan Anda bergantung kepada orangtua Anda. Tetapi ingat, orangtua Anda akan mati. Silahkan Anda bergantung kepada perusahaan Anda. Tetapi ingat, perusahaan Anda juga dapat bangkrut. Silahkan bergantung kepada obat. Tetapi ingat, terkadang obat dapat menjadi racun. Dan memang bukan obat yang menyembuhkan penyakit. Banyak obat yang setelah diminum, ternyata tidak ada perubahan pada diri si penderita. Rizqi, kesembuhan, kesehatan, semua itu dari Allah. Begitu pula masuknya seseorang ke surga, itu merupakan rahmat dari Allah. Bukan disebabkan amal shalihnya. Tak ada manusia yang dapat menghindari ma’siat atau pun mampu berbuat tho’at, kecuali dengan rahmat Allah.
Amal shalih yang kita kerjakan setelah berbuat ma’siat bukanlah untuk menghapus dosa. Tetapi untuk mengemis rahmat Allah. Ketika kita berbuat salah kepada seseorang. Lalu kita ingin meminta maaf darinya. Lalu dia berkata, “Berbuatlah ini dan ini..” Maka kita mengerjakannya agar dia berkenan memaafkan kita.
Allah telah membuka lebar-lebar pintu-pintu rahmah dan maghfirah-Nya. Kita dapat memasukinya dari pintu-pintu itu. Sungguh Allah Mahapengampun, namun manusia terkadang suka menzholimi diri sendiri. Apa yang Allah katakan kepada bani Israil ketika mereka melakukan suatu kesalahan? Allah menyuruh mereka agar memasuki suatu gerbang seraya bersujud dan berkata, “Hiththoh.” Jika mereka melakukannya, niscaya Allah mengampuni mereka. Tetapi mereka menggantinya dengan ajaran yang tidak-tidak.
Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. [QS. Al-Baqarah (2): 58-59]
Jika kita mau mendapatkan ampunan dari Allah, sebenarnya mudah saja. Banyak ayat-ayat Alqur’an dan Hadits yang mengajarkan bagaimana cara mengharapkan ampunan dan kasih-sayang Allah. Dengan membaca Al-Qur’an, dengan shalat, dengan istighfar, dengan tasbih. Semua amal shalih sebenarnya merupakan cara untuk mengemis rahmat Allah.
Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur (24): 31]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Baqarah (2) : 218]
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, [QS. Fathir (35): 29]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Beliau mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Apa pendapat kamu sekiranya terdapat sebatang sungai di hadapan pintu rumah salah seorang dari kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih lagi terdapat kotoran pada badannya?” Para Sahabat menjawab: “Sudah pastinya tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya.” Lalu baginda bersabda: “Begitulah perumpamaannya dengan sembahyang lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka.” [HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi]
Mengemis Kasih (oleh Raihan)
Tuhan, dulu pernah aku menagih simpatiKepada manusia yang alpa jua buta
Kini terhiritlah aku di lorong gelisahLuka hati yang berdarahkini jadi kian parah
Semalam sudah sampai ke penghujungnyaKisah seribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi ‘ku ulangi kembaligerak dosa yang menghiris hati
Tuhan, dosaku menggunung tinggiNamun rahmat-Mu melangit luasHarga selautan syukurkuhanyalah setitis ni’mat-Mu di bumi
Tuhan, walau taubat sering ku pungkirNamun pengampunan-Mu tak pernah bertepiBila selangkah ku rapat pada-MuSeribu langkah Kau rapat padaku

DISADUR DARI : http://hotarticel.org

Istighfar dan Akhlaq Nabi


Sabda Rasulullah saw :“Demi Allah, sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada-Nya pada tiap harinya lebih dari tujuh puluh kali” (Shahih Bukhari)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji ke Hadirat Allah, Maha Raja Alam Semesta, Maha Agung dan Maha Luhur, Maha Abadi dan Maha Sempurna, Maha Memuliakan hamba-hamba-Nya dengan tuntunan para Nabi dan Rasul Nya. Allah, Nama yang paling berhak diagungkan dari semua Nama. Nama yang mengawali segala kesucian dalam kehidupan. Nama Termulia dan Kekal Abadi. Barang siapa yang menyebut Nama-Nya (Allah Swt), semakin dekat ke hadirat Allah, berjatuhanlah dosa-dosanya, terbukalah bagi kehidupannya pintu kedekatan kehadirat Allah Jalla wa ‘Alaa. Termuliakanlah hamba-hamba-Nya yang ingin dekat kepada Allah.
Hadirin-hadirat, sambutan yang hangat dari Maha Raja Langit dan Bumi (Allah Swt) terhadap hamba-hamba-Nya. Mereka yang ingin dekat kepada Allah, walaupun mereka pendosa, walaupun mereka pezina, walaupun mereka pembuat dosa-dosa besar, tidak tertutup pintu Rabbul Alamin bagi mereka yang ingin dekat kepada Allah. Demikianlah Sang Maha Pemurah dan Sang Maha Dermawan yang membuka pintu-Nya bagi semua yang berbuat kesalahan untuk kembali dekat dan dicintai serta dimuliakan. Demikianlah sambutan hangat dari Yang Maha Baik dan Maha Dermawan, Allah Jalla wa ‘Alaa (Jalla wa ‘Alaa = Maha Megah dan Maha Luhur).
Demikianlah hadirin hadirat, Dialah (Allah Swt) Yang Paling Indah, yang seluruh keindahan di alam semesta bersumber dari keindahan Allah. Yang cahaya matahari, bulan dan seluruh bintang-bintang diambil dari Cahaya Keindahan Allah. Jika kita memahami Allah itu Maha Indah, Maha Mengawali keindahan di alam, maka ketika kita mengingat Allah, dekat kepada Allah, mencintai Allah, maka Allah akan membenahi kehidupan kita semakin indah dan kita akan menemui keindahan yang abadi.
Kehidupan dunia selalu ada hal-hal yang tidak mengenakkan kita, karena memang Allah ciptakan demikian. “Kalau Kami jadikan dunia itu seluruhnya indah,” kata Allah “mereka tidak akan mau meninggalkan dunia.”
[Q.S. Asy-Syuuraa: 27]
Memang Allah jadikan kehidupan dunia itu ada hal-hal yang mengecewakan. Supaya apa? Supaya mereka memahami bahwa kehidupan dunia hanya sementara, akan muncul kehidupan yang kekal dan abadi.
Oleh sebab itulah hadirin hadirat, dibangkitkan para Nabi dan Rasul sampai Nabi yang membawa rahmat dan kesempurnaan akhlaq, dialah Sayyidina Muhammad SAW. “Aku dibangkitkan untuk menyempurnakan kesempurnaan akhlaq,” didukung oleh hadits Shahih riwayat Bukhari, “Manusia yang terbaik adalah yang paling baik akhlaqnya.” Maka jika budi pekerti kita perbaiki untuk semakin baik, pada teman, pada ayah dan ibu, pada saudara, pada kerabat, pada tetangga, pada masyarakat, pada Muslim, pada non-Muslim bahkan pada musuh, itu namanya mewarisi indahnya akhlaq Nabiyuna Muhammad SAW yang berakhlaq kepada seluruh makhluk Allah. Berakhlaq kepada siapapun, bahkan kepada hewan dan makanan. Sampai makanan pun beliau tidak mau kecuali berbuat budi pekerti yang indah.
Pada makanan (beliau) tidak mau mencaci. Bila suka, maka dimakan. Bila tidak suka, maka dibiarkan. Beliau (Nabi SAW) tidak mau mencaci makanan. Padahal makanan ini, hadirin hadirat, bukan manusia. Tetapi demikianlah sempurnanya akhlaq yang dikatakan oleh Allah SWT :“Sungguh engkau (wahai Muhammad) memiliki akhlak yang agung.” [Q.S. Al-Qalam: 4]
Oleh sebab itu, sambungkan jiwa kita kepada kesempurnaan akhlaq. Sulit rasanya kita membenahi akhlaq kita. Pintu-pintu kesucian di dalam jiwa, bukalah! Apa itu pintu-pintu kesucian? Mengingat Allah, mengingat Yang Maha Suci, menyebut Yang Maha Suci, mengagungkan Allah, merindukan Allah. Inilah yang akan membenahi jiwa kita dari segala sifat yang tidak baik.
Hadirin hadirat, bisa dibuktikan, ketika engkau mengingat perjumpaan dengan Allah, muncul kerinduan kepada Yang Maha Indah. Ketika engkau asyik dalam mengingat Allah itu, setelah itu berhenti, di hatimu tidak akan ada benci pada siapapun, di hatimu tidak ada permusuhan, tidak ada sombong, tidak ada riya, tidak ada penyakit lagi. Sirna!! Kemana? Hilang karena munculnya Cahaya Allah di dalam jiwa. Tetapi ketika cahaya itu pudar, muncul lagi sifat-sifat buruk. Maka perbanyaklah dzikrullah, terutama melewati keadaan zaman yang semakin hari semakin berat. Semakin dibutuhkan jiwa yang suci dengan Nama Allah SWT. Allah SWT tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat. Mereka selalu diterima oleh Allah SWT.
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul SAW bercerita tentang seseorang dari Bani Israil, dari umat sebelumnya yang belum pernah berbuat amal shalih seumur hidupnya. Sudah sampai sakaratul mautnya dekat, sudah punya anak dan istri, baru sadar. Maka apa yang diperbuatnya? Menyesal! Mau taubat sudah tidak berdaya, sudah sakit parah. Ia panggil anaknya dan istrinya, “Anakku, istriku, kalau aku wafat jangan dikafani, jangan dimandikan namun bakar. Setengah tubuhku buang di daratan dan setengahnya buang di lautan.” Bertanya istri dan anaknya, “Kenapa Ayah?” Sang Ayah menjawab, “Tubuhku ini tidak pantas dikafani, penuh dosa, tidak pantas dimakamkan sebagaimana orang yang beriman. Malu aku kalau seandainya tubuh penuh dosa dan kotor ini diperlakukan seperti jenazah orang mu’min.”
Hal seperti ini hadirin, bukan untuk diikuti, karena ini syariah sebelum kita. Sesudah zaman Nabi SAW, semua jenazah Muslim hendaknya dikafani dan dimakamkan layaknya seorang Muslim. Hanya saja hal ini adalah hikmah.
Maka diikutilah oleh anak dan istrinya wasiat sang ayah. Setelah wafat, ruhnya dipanggil oleh Allah. Allah SWT bertanya, “Wahai hamba-Ku, kenapa kau berbuat demikian?” Hamba ini menjawab, “Ya Rabb, tubuh ini penuh dosa. Aku ingin taubat, belum sempat untuk beramal shalih. Aku menyesal atas seluruh kesalahanku, aku telah salah berbuat kepada-Mu, tubuh ini rasanya tidak pantas diperbuat seperti tubuh orang yang beriman.” Allah bertanya lagi, “Lalu kenapa kau hancurkan tubuhmu dengan cara seperti itu? Kau wasiatkan seperti itu?” Hamba itu menjawab, “Karena aku takut pada-Mu, Wahai Allah! Aku risau mengecewakan Perasaan-Mu dan memancing Kemurkaan-Mu.”
Maka Rasul SAW berkata, “Allah mengampuni orang itu.” Kenapa? Masih sempat taubat disaat-saat akhir sakaratul maut dengan penyeselan penuh keinsyafan. Demikian Rabbul Alamin memanjakan hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat. Sudah di akhir masih dimuliakan oleh Allah SWT. Bagaimana kalau yang masih segar bugar? Bagaimana kalau yang masih baik? Bagaimana kalau yang masih sehat wal afiah? Tentunya lebih agung lagi sambutan Ilahi untuk mereka. Lebih hangat lagi kasih-sayang Allah dan keberkahan yang akan mereka lewati dalam sisa kehidupannya. Karena sisa kehidupannya terbuka bagi mereka Pintu Rahmat yang lebih luas, keberkahan yang lebih luas, cinta Allah lebih besar membuat hari-harinya semakin indah. (Maka beruntunglah mereka yang masih muda namun banyak beribadah. Karena mereka akan disambut dengan lebih hangat oleh Allah, bahkan termasuk golongan yang dinaungi Allah pada hari qiamah)
Hadirin hadirat, kita bertanya barangkali ada diantara kita, “Saya tidak banyak berbuat dosa-dosa besar, apakah perlu taubat dan istighfar?” Hadits yang baru saja kita baca, sabda Rasulullah saw. Siapa beliau? Nabi SAW adalah orang yang tidak pernah berbuat dosa (ma’shum), tidak ada dosa besar tidak ada dosa kecil.
Beliau saw bersabda “Wallahi, inniy la astaghfirullah wa atubu ilaihi fil yaumi, aktsar min sab’in marrah.” Sungguh demi Allah, aku (Nabi saw) beristighfar kepada Allah mohon ampunan dosa setiap hari dan bertaubat setiap hari lebih dari 70X.
Ini manusia yang paling sempurna akhlaqnya kepada Allah SWT. Beliau (Nabi SAW) tidak pernah berbuat dosa tapi ingin berada di kelompok orang-orang yang bertaubat. Kenapa? Karena Firman Allah SWT, “Allah itu mencintai orang-orang yang bertaubat dan Allah SWT mencintai orang yang suka mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Dengan istighfar dan taubat, itulah puncak kesucian antara makhluk dan Al-Khaliq.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,(Sabda Nabi SAW: ) Allah itu Indah dan Menyukai yang indah-indah, dan juga tidak menerima terkecuali yang indah. Apa maksudnya? Allah itu menyukai yang indah. Apa yang indah di Mata Allah? Tidak ada yang lebih indah daripada tuntunan Nabiyyuna Muhammad SAW. Tuntunan kebenaran inilah yang indah di sisi Allah. Allah itu Maha Indah, menyukai yang indah-indah dan tidak mau terima kecuali yang indah. Maksudnya apa? Allah tidak mau terima kalau ajaran daripada mereka yang di luar daripada ajaran Allah. Mereka yang mengaku Nabi, mereka yang mengaku Tuhan lain, hal seperti itu tidak diterima. Indah di mata manusia namun tidak indah di Mata Allah. Yang indah di Mata Allah adalah yang diajarkan oleh Allah SWT.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, diriwayatkan (dalam Mukasyifatul Quluub oleh Hujjatul Islam Al-Imam Ghazali) tentang indahnya seseorang yang bertaubat kepada Allah SWT. Ketika seorang maju ke hadapan Allah, lantas diputuskan baginya neraka karena dosanya lebih banyak daripada pahalanya. Ia harus kembali kepada tempat para pendosa, disucikan dahulu melewati pencucian yaitu api neraka. Kalau ia mempunyai pahala berarti ia seorang muslim. Harus lewat neraka dulu baru bisa sampai ke surga. Sampai di pintu neraka, sehelai bulu matanya menjerit kepada Allah, “Ya Rabb, aku ini pernah terbasahi air mata taubat dari hamba ini. Kau sudah janjikan kepada Nabi-Mu (Nabi saw) bahwa Kau tidak akan mengadzab mata yang menangis taubat kepada-Mu. Saat mengingat-Mu, aku ini terkena basahan air matanya, aku tidak mau masuk neraka,” kata sehelai bulu matanya. Maka Allah SWT menyelamatkan bulu mata dari tubuhnya, selamat ia dari api neraka. (Bukan hanya bulu matanya, tetapi orang itu yang diselamatkan. Ini adalah majaz, seperti “Si fulan belum kelihatan batang hidungnya”)
Maka berkatalah Jibril as “Fulan bin fulan ini selamat karena sehelai bulu matanya yang berdoa kepada Allah.” Kita lihat, sehelai bulu mata bisa berdoa, kalau bukan kehendak Allah, tidak bisa! Allah ingin menyelamatkan hamba itu maka berdoalah sehelai bulu matanya dengan izin Allah.
Hadits ini diperkuat riwayat Shahih Bukhari “Satu kelompok yang tidak akan disiksa oleh Allah adalah orang yang ketika mengingat Allah, mengalirlah air matanya.” Orang seperti ini dinaungi (dilindungi) oleh Allah di hari tidak ada naungan (perlindungan), selain naungan (perlindungan) Allah.
Hadirin hadirat, demikian indahnya Allah memanjakan mereka yang mengingat-Nya (Allah SWT), yang mensucikan dirinya dengan mengingat Allah hingga air matanya mengalir ketika menyebut Nama Allah SWT. Inilah yang mesti kita hidupkan kembali.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,para Imam kita yang terdahulu, mereka adalah Ahlush Sholah (orang-orang yang banyak berbuat baik), mereka banyak menangis. Tidak benar bahwa seseorang yang memiliki iman yang tegas itu tidak boleh menangis. Zaman sekarang orang berkata, “Kalau banyak menangis adalah seorang penakut atau orang yang berjiwa lemah.” Tidak juga. Siapa orang yang paling terkenal tegas di dalam Syariatul Muthaharah (Syari’atul Muthohharoh = ajaran syariah yang suci) adalah Sayyidina Umar bin Khattab ra. Terkenal paling tegas, paling ditakuti oleh para Sahabat di masanya. Tegas!! Tapi ternyata beliau itu paling banyak menangis. Hingga diriwayatkan di dalam Syi’bul Iman oleh Imam Al-Baihaqi dijelaskan bahwa, “Pada wajah Sayyidina Umar bin Khattab ra terdapat 2 garis hitam di kedua pipinya.” Garis membekas karena selalu mengeluarkan air mata tangis, ini di wajah Amirul Mu’minin Sayyiidna Umar bin Khattab ra. Menunjukkan orang yang tegas pada ummat ini bukan orang yang berjiwa keras, bukan orang yang berjiwa bengis. Tapi orang yang berjiwa rahmat bahkan sangat banyak menangis. Demikian keadaan mereka, di siang hari dalam tugas dan di malam hari dalam tangis dan munajat.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,sering-seringlah halalkan air matamu mengalir untuk mengingat Nama Allah dan jagalah panca indera kita semampunya. Jangan mengkhianati Sang Pemberinya (Allah Swt). Panca indera kita ini jangan dijadikan sebagai perantara atas hal-hal yang tidak disenangi oleh Sang Pemiliknya (Allah Jalla wa Alla). Ini hadirin, Majikan kita Yang Maha Tunggal, Yang Maha Abadi. Kalau kita berbuat kepada majikan kita dari kalangan manusia seperti berbuat kepada Allah, habislah kita, sudah diusirnya kita. Allah SWT memerintah, kita berpaling dari perintah-Nya di hadapan-Nya. Coba kalau majikan kita, lantas kita keluar dari perintahnya dan lantas membantahnya, bukan sekali namun terus berkali-kali. Dalam satu hari, sejak terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, berapa kali kita menyalahi perintah Allah SWT?
Lalu apa latar belakang daripada semua ini yang diperbuat Allah? Ia (Allah SWT) tidak mencabut kenikmatan-Nya, Ia (Allah SWT) tidak mengangkat dan melemparkan kita ke dalam api neraka. Allah bersabar menanti taubat kita, menanti istighfar kita sampai detik-detik terakhir sakaratul maut kita. Allah menunggu bukan 1 atau 2 menit, berjam-jam, berhari-hari, mungkin bertahun-tahun. Demikian indahnya Yang Maha Indah (Allah Swt).
Hadirin hadirat, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul SAW duduk bersama para sahabat tercium bau yang sangat busuk. Para sahabat bertanya, “Bau apa ini? Busuk sekali,” Rasul SAW berkata, “Kalau mau tahu, inilah bau busuknya orang yang suka mengumpat orang-orang yang beriman, ini bau busuknya..” Juga riwayat lain dalam riwayat yang tsiqah, ketika Sayyidatuna Aisyah ra mengucapkan satu kalimat yang menghina salah seorang wanita lain maka berkata Rasul SAW, “Kalimatmu ini kalau ditumpahkan di lautan berubahlah warnanya dan buruk baunya.” Kenapa? karena mengumpat orang-orang yang beriman, orang-orang muslim.
Maka jagalah hati kita. Bagaimana kalau sudah terlanjur membicarakan aib orang lain? Doakan saja, Insya Allah dengan doa itu bisa menutupi kesalahan kita. Kalau ditagih nanti di hari kiamat, bisa dibalas dengan doanya. Bagaimana Rasul SAW mengajarkan? Ketika Rasul SAW berdoa, doa ini diajarkan kepada para sahabat ra. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, “Wahai Allah siapapun yang pernah aku caci, jadikan caciannya itu membuatnya semakin dekat kepada-Mu di hari kiamat.”
Hadirin, orang yang sudah kau caci, doakan. Jika tidak hafal bahasa arabnya, pakai hati kita, pakai lidah kita, kita berdoa kepada Allah SWT “Siapapun Rabbiy, yang pernah aku caci-maki sebelum ini, jadikan ia semakin dekat kepada-Mu.” Hadirin, inilah indahnya jiwa Nabiyyuna Muhammad SAW. Rasul SAW juga bersabda, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, agar kita selalu membenahi hari-hari kita dengan kalimat Laa Ilaaha illallaah.
Rasul saw bersabda, “Allah sudah haramkan api neraka untuk orang yang mengucap Laa ilaaha illallaah untuk mencari keridhoan Allah.” Kenapa? Kita sudah tahu, semua Muslim tidak menyembah selain Allah, kita tidak mengakui ada Tuhan yang layak disembah selain Allah. Akan tetapi hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, ucapan itu memperbaharui hubungan kita dengan Allah. Sebagaimana misalnya kita bicara dengan ibu kita, ini sudah tahu ini ibunda kita, bukan orang lain. Tapi kalau kita berkata, “Wahai Ibu, kau adalah ibuku, kau adalah satu-satunya ibuku, tentunya aku tidak akan mengaku orang lain sebagai ibuku kecuali engkau.” Tambah senang ibunya, padahal sudah jelas-jelas ini ibunya bukan orang lain. Tetapi ketika kalimat itu terucap, itu memancing kesenangan yang keluar dari cinta dan penghormatan. Demikian pula dan lebih dan lebih seseorang berkata “Laa ilaaha illallaah” Tiada Tuhan selain Allah. Itu didengar oleh Yang Maha Mendengar. Oleh sebab itu Allah SWT mengharamkannya dari api neraka.
Ketika Abu Hurairah ra bertanya kepada Rasul saw “Ya Rasulullah, siapa orang yang paling cepat dan yang paling bahagia beruntung mendapat syafa’atmu di hari kiamat?” Rasul SAW menjawab, “Orang yang paling cepat dengan syafa’atku dan paling bahagia dengan syafa’atku adalah mereka yang mengucap Laa ilaaha illallaah dengan ikhlas dari dalam hatinya.” (Hatinya benar-benar mengakui dan sadar betul akan keesaan Allah, tidak berat hatinya dalam mengakui keesaan Allah). Kalimat itu membuka keridhoan Ilahi. Kalimat itu jika sering-sering diucapkan akan mengangkat jiwa kita pada puncak kemuliaan.
Hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, kita bermunajat kepada Allah SWT, semoga Allah SWT memuliakan diri kita, memuliakan jiwa kita, memuliakan sanubari kita dengan kesucian Nama-Nya. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzal Jalali wal Ikram Ya Dzath thouli wal in’am, muliakan jiwa kami dan ruh kami dengan indahnya sujud, dengan indahnya munajat, dengan indahnya doa, Ya Rahman Ya Rahim muliakan jiwa kami dengan indahnya akhlaq, terangi kami dengan cahaya akhlaq Nabiyyuna Muhammad SAW, munculkan generasi-generasi yang mewarisi akhlaq Rasulullah SAW, Ya Dzal jalali wal ikram Ya Dzath thauli wal in’am. Tidak lupa kita berdoa untuk kemaslahatan muslimin-muslimat khususnya di bumi Jakarta dan sekitarnya dan juga di wilayah Irian Barat, semoga Allah SWT melimpahkan pertolongan dan hidayah kepada muslimin-muslimat di sana dan juga kepada santri-santri yang datang baru untuk ta’lim di Jakarta ini semoga Allah memberikan kepada mereka cahaya hidayah dan inayah menuntun mereka sebagai pembawa panji-panji dakwah Rasulullah SAW.
Ya Rahman Ya Rahim, tenangkan jiwa mereka, muliakan hari-hari mereka dan limpahkan atas mereka sakinah, juga atas Guru mereka KH. Ahmad Baihaqi, semoga dilimpahi keberkahan bersama tamu-tamu kita yang datang dari Makassar, semoga dilimpahi keberkahan untuk semua yang berjuang menegakkan da’wah Nabiyyunaa Muhammad SAW. Rabbiy, pandanglah jiwa kami, Wahai Yang Maha Bercahaya, Wahai Yang Maha Menerangi Jiwa, Wahai Yang Maha Melimpahkan Kebahagiaan, Wahai Yang Maha Menerbitkan kemakmuran,
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laa ilaaha illallaahLaa ilaaha illallaahLaa ilaaha illallaahMuhammadur rasulullah
Hadirin yang saya sampaikan terakhir, malam Sabtu yang akan datang saya mohon doa karena kita akan berangkat ke Denpasar, Bali untuk mengadakan Tabligh. Sebagaimana biasa Tabligh per 3 bulan dari wilayah Klungkung, Karangasem dan lainnya akan bersatu di Denpasar, Bali. Oleh sebab itu mohon doa semoga acara sukses. Karena acara banyak juga dihadiri oleh para pimpinan dan tokoh-tokoh dari agama Hindu. Mereka hadir dan kita berdoa semoga Allah melimpahkan hidayah untuk mereka dan banyak Muslimin-Muslimat di wilayah Bali yang dikenal juga wilayah yang paling banyak permasalahannya antara Muslimin dan non-Muslim. Semoga menjadi kedamaian dan menjadi sebab terbukanya gerbang hidayah bagi kita bagi Muslimin-Muslimat di sana. Demikian dan hari Sabtu saya sudah kembali Insya Allah. Malam minggu kita kembali mengadakan Tabligh Akbar sekaligus ziarah, cuma saya mohon kepada para pemuda jangan melintasi lampu merah, dan ini sudah disampaikan pada bulan yang lalu, jangan sampai kita menutup jalan untuk masyarakat. Pertama-tama memang hanya 10, 20 namun sekarang sudah ratusan yang konvoi. Jangan sampai melanggar rambu-rambu lalu-lintas, karena kita ingin masyarakat suka pada kita. Bukannya ingin menunjukkan bahwa kita mempunyai kekuatan, sungguh bukan itu akhlaq kita. Tetapi kita ingin masyarakat yang melihat senang melihat para pemuda yang tertib. Demikian hadirin, jagan menyingkirkan orang-orang yang di jalanan untuk kita lewat, jangan begitu.. Biarkan orang-orang lewat, ambil satu jalan saja, jangan ambil dua jalan, tetapi satu jalan saja dengan tertib, itu adalah da’wah. Dan hal itu menggembirakan hati Rasulullah SAW. Kalau kita tertib, orang-orang akan senang. Ini anak-anak muda betul-betul mengikuti akhlaqnya Rasul SAW.
Ini yang kita harapkan, nanti mereka senang dan mereka ikut hadir juga, mereka mendapat hidayah juga. Kalau tidak tertib, sebaliknya, nanti orang-orang akan melihat (dan berkata) akhlaq-akhlaq yang begini akan merusak, makin banyak yang begini makin rusak negara kita. Seperti itu nanti (ucapan mereka), oleh sebab itu jaga ketertiban. Tujuan konvoi adalah memperlihatkan kepada masyarakat bahwa pemuda Muslimin-Muslimat berakhlaq mulia, berakhlaq Nabiyyuna Muhammad SAW. Dan bahwa kita di malam minggu tidak kumpul ngebut-ngebutan, tidak memenuhi diskotik dan kafe, namun kita berziarah, kita berdzikir dan bershalawat. Semoga Allah jadikan malam itu malam yang bercahaya dengan cahaya ibadah. Demikian hadirin hadirat.
Kita doakan juga para tamu kita, Wakil Ketua MPR Bapak AM Fatwa semoga dilimpahi rahmat dan keberkahan oleh Allah SWT, semoga dimuliakan dan didukung perjuangannya dan juga kedua mempelai kita yang baru saja menikah semoga dilimpahi keberkahan, juga KH. Ahmad Baihaqi dan santri-santri beliau semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT dan para tamu kita.
Wa shollallohu ‘ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.
Wassalamu ’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.

(Ceramah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa di Masjid Al-Munawar, 27 Oktober 2008)

disadur dari : http://hotarticle.org

Selasa, Desember 02, 2008

CARA BELAJAR YANG BAIK MENURUT HUKUM NEWTON

Cara Belajar Yang Baik Menurut Hukum Newton

Oleh : Uripto Trisno Santoso *)

Banyak orangtua, guru dan mungkin teman kita memberikan nasihat agar kita belajar jauh hari sebelum waktu pelaksanaan ujian tiba. Tidak sedikit buku tentang cara belajar yang juga memberikan nasihat demikian. Secara umum kita semua setuju, terutama ketika kita masih duduk di bangku sekolah, agar belajar secara bertahap dan sistematis.

Sebaliknya, pada dasarnya kita tidak setuju cara belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS), yakni belajar semalam suntuk hanya pada saat menjelang ujian keesokan harinya. Selain melelahkan dan mendatangkan stres, cara belajar SKS tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan cenderung menuai kegagalan. Namun, dengan berbagai alasan banyak siswa atau mahasiswa yang masih suka belajar dengan cara SKS.

Melihat betapa besar pengorbanan orangtua dan mungkin juga sanak-saudara, mengeluarkan biaya dan mencurahkan perhatian kepada kita dengan harapan kita memperoleh pendidikan yang baik dan kelak memiliki bekal ilmu. Atau setidaknya ijazah yang dapat dijadikan prasyarat guna mendapatkan pekerjaan. Lebih jauh, masyarakat di kampung hingga negara juga menaruh harapan besar di pundak siswa sebagai penerus bangsa. Apa pun alasannya, belajar jelas penting dan sangat perlu apalagi bagi siswa, minimal untuk mencapai syarat kelulusan.

Untuk lebih memotivasi siswa dan guru, pada kesempatan ini penulis memaparkan tentang cara belajar yang baik ditinjau dari sudut pandang sains (ilmu pengetahuan), Juga memberikan alasan ilmiah mengapa kita lebih baik belajar secara berkesinambungan jauh hari sebelum ujian, bukan belajar dengan cara dadakan (SKS).

Ada beberapa hukum dalam sains yang dapat dijadikan landasan ilmiah tentang cara belajar yang baik, misalnya Hukum Newton. Hukum Newton sangat terkenal terutama dalam pelajaran fisika dan telah diaplikasikan dalam banyak bidang hingga sekarang. Misalnya untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah, gedung bertingkat, perancangan peluru kendali hingga peluncuran roket ke luar angkasa.

Hukum I Newton

Hukum I Newton (Hukum Kesatu Newton), dikenal juga sebagai hukum kelembaman menyatakan, ‘Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan bila tidak dikenai gaya dari luar (resultan gaya sama dengan nol, SF = 0)’. Ini dapat diartikan, untuk mengubah keadaan benda dari diam menjadi bergerak, atau dari bergerak menjadi diam, diperlukan suatu gaya. Sedangkan benda yang bergerak lurus beraturan tidak memerlukan gaya lagi untuk tetap bergerak lurus beraturan (tanpa percepatan).

Sebagai contoh, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang bergerak kemudian kendaraan dihentikan (direm) tiba-tiba, maka kita akan terdorong ke depan. Sebaliknya, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang diam kemudian secara tiba-tiba dijalankan, maka kita akan cenderung tertarik ke belakang. Efek ini semakin nyata kalau kendaraan dijalankan dengan tiba-tiba pada kecepatan cukup tinggi. Apa artinya ini dikaitkan dengan cara belajar yang efektif?

Kita seringkali atau pernah mengalami suatu keadaan di mana kita merasa sangat kesulitan untuk memulai belajar. Ketika itu kita mungkin sudah menyiapkan buku dan perlengkapan belajar lainnya, kemudian duduk dan mungkin sambil menghidangkan makanan/minuman ringan sekadarnya disertai alunan musik dari radio/tape, tetapi bukannya materi pelajaran yang masuk, melainkan hanya membolak-balik halaman pertama. Sementara tanpa terasa makanan ringan di meja akhirnya habis, kita merasa lelah, berebah di tempat tidur, seakan-akan tiada kekuatan untuk berkonsentrasi dan melawan rasa malas, dan selanjutnya.

Tertidur. Hal ini dapat dimengerti, karena kita dari keadaan diam (belum pernah belajar) cenderung untuk tetap diam (tidak belajar). Lain halnya kalau kita diberi tugas atau PR (pekerjaan rumah) yang harus dikumpulkan esok harinya dan tugas ini akan dinilai serta mempengaruhi kualitas kelulusan, maka jika kita belum mengerjakannya dapat dipastikan kita memiliki suatu kekuatan besar dan terdorong untuk menyelesaikan tugas tersebut. Jadi, memang diperlukan suatu gaya dari luar (energi pendorong atau motivasi kuat) yang dapat memaksa kita dari keadaan diam (tidak belajar) menjadi berada dalam keadaan belajar.

Sebaliknya, jika kita berada dalam keadaan belajar dan bergerak lurus beraturan (maksudnya kita sudah memahami materi pelajaran, merasa enjoy belajarnya), maka kita sering ‘lupa waktu’. Kita tidak merasa berat untuk belajar bahkan sering merasa tertarik untuk terus belajar, kecuali kalau ada gaya dari luar yang sangat kuat. Misalnya, acara film yang sangat disukai atau kedatangan tamu spesial yang tidak bisa kita tolak.

Ini sesuai dengan Hukum I Newton, benda yang berada dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan cenderung bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada gaya dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi, menurut Hukum I Newton, kita sebaiknya belajar secara berkesinambungan dan teratur serta menghindari atau mengatasi segala sesuatu yang dapat menghambat usaha belajar kita.

Hukum II Newton

Kalau Hukum I Newton berbicara tentang kelembaman (keengganan untuk berubah), maka Hukum II Newton berbicara tentang percepatan (perubahan kecepatan). Hukum II Newton menyatakan, percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda sebanding dengan besar gaya, searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa kelembaman benda tersebut.

Artinya, semakin besar gaya yang bekerja pada benda maka semakin besar percepatan yang ditimbulkan. Sebaliknya, semakin kecil gaya yang bekerja maka semakin kecil percepatan yang ditimbulkan. Bila gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol maka tidak ada percepatan yang dihasilkan, artinya pada keadaan seperti ini Hukum I Newton yang berlaku. Karena percepatan berbanding terbalik dengan massa kelembaman, maka semakin besar massa benda semakin kecil percepatan yang dihasilkan oleh gaya yang sama. Jika suatu benda mengalami percepatan, maka kecepatannya akan semakin besar dengan bertambahnya waktu. Jika kecepatan benda semakin kecil dengan bertambahnya waktu, ini berarti benda tersebut mengalami perlambatan. Bagaimana kaitan antara Hukum II Newton dengan cara belajar yang baik?

Adakalanya semangat belajar begitu besar, tetapi di lain waktu kadang kita merasa kurang bersemangat untuk belajar. Karena semangat belajar mempengaruhi kualitas proses belajar maka tentu saja semangat belajar akan turut menentukan hasil dari proses belajar, yakni penguasaan materi, pengembangan materi hingga kualitas kelulusan kita (nilai hasil ujian).

Dari Hukum I Newton kita tahu, jika kita sudah dalam keadaan belajar secara beraturan berkesinambungan dan tidak ada sesuatu yang dapat mengganggu belajar kita maka kita cenderung untuk tetap terus belajar (berkesinambungan), namun dengan kecepatan penguasaan materi yang sama. Dari Hukum II Newton dapat kita nyatakan, diperlukan gaya (motivasi) untuk mengubah kecepatan pengusaan materi belajar. Jika besarnya motivasi untuk maju sama besar dengan keengganan kita untuk maju (yang berdampak pada suatu kemunduran), maka resultan gaya (SF) sama dengan nol. Berarti, proses belajar kita tidak mengalami kemajuan (tetap segitu-gitu aja). Tanpa adanya motivasi untuk lebih cepat menguasai materi atau motivasi untuk lebih banyak materi yang dikuasi. Bila kita menginginkan percepatan yang besar, diperlukan suatu motivasi yang semakin besar.

Massa kelembaman dapat diartikan sebagai tingkat keengganan (kemalasan) kita sendiri atau tingkat kesulitan materi pelajaran yang dihadapi. Semakin besar tingkat kemalasan atau semakin tinggi tingkat kesulitan materi pelajaran, maka diperlukan gaya (motivasi) yang besar untuk mencapai tingkat percepatan yang sama dalam proses penguasaan materi. Dengan kata lain, untuk tingkat penguasaan yang sama (setara), materi pelajaran yang lebih sulit memerlukan motivasi lebih besar daripada materi pelajaran yang relatif lebih mudah. Jika tingkat motivasi untuk pelajaran yang sangat sulit (kita memang mengalami kesulitan untuk menguasainya) kita buat sama dengan tingkat motivasi untuk pelajaran yang mudah, maka dapat dipastikan hasil yang diperoleh akan berbeda.

Hukum III Newton

Hukum III Newton disebut juga Hukum Aksi-Reaksi. Apabila sebuah benda mengerjakan gaya pada benda lain (disebut aksi), maka benda kedua ini juga akan mengerjakan gaya yang sama besar pada benda pertama tetapi berlawanan arah dengan gaya dari benda pertama. Ini dapat diartikan, jika kita membenci suatu materi pelajaran, apa pun alasannya, maka pelajaran tersebut akan balas membenci kita. Akibatnya, semakin sulit bagi kita untuk menguasai materi pelajaran tersebut jika kita sendiri membenci pelajaran itu. Jadi, kita harus berusaha menyenangi pelajaran yang akan kita pelajari agar kita lebih mudah menguasai materi pelajaran tersebut.

Terkait dengan Hukum Newton tersebut, ada beberapa tips tentang cara belajar yang baik yang disarankan:

1. Jangan belajar hanya pada saat menjelang ujian. Jika terlalu lama dalam keadaan diam (tidak belajar), maka kita semakin sulit untuk memulainya. Semakin lama kita tidak belajar, semakin besar kecenderungan kita untuk tetap tidak belajar.

2. Buat suatu keadaan sedemikian hingga seolah-olah kita selalu dalam keadaan belajar. Ini tidak berarti kita harus terus menerus belajar tanpa istirahat. Dimaksud di sini, kita belajar secara berkesinambungan dan teratur. Sinambung artinya nyambung antara proses belajar hari ini dengan hari-hari kemarinnya. Kalaupun kita liburan, upayakan kita tidak lepas sama sekali dengan mata pelajaran.

3. Bangkitkan motivasi yang kuat untuk belajar, terutama untuk pelajaran yang lebih sulit. Semakin sulit materi pelajaran, semakin besar motivasi yang diperlukan untuk menguasainya. Untuk membangkitkan motivasi ada berbagai cara, antara lain: Bayangkan betapa puas dan bangganya kita kalau kita mampu menguasai pelajaran yang sulit; Anggaplah semua pelajaran penting dan berguna bagi masa depan kita; Kejarlah prestasi terbaik karena kesempatan yang lebih baik biasanya lebih memihak pada orang-orang terbaik; Ingat belajar itu termasuk ibadah. Tuhan tidak menilai kesuksesan belajar kita hanya dari nilai hasil ujian, tetapi Tuhan akan menilai proses perjuangan kita untuk memperoleh nilai tersebut.

4. Jangan sekali-kali membenci suatu mata pelajaran. Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Dalam hal ini mungkin anda belum mengenal mata pelajaran tersebut. Coba kenali lebih jauh, mungkin anda akan menyayanginya.

*) Staf Pengajar Fakultas MIPA Unlam Banjarbaru


http://pakguruonline.pendidikan.net

Kursus Gratis Melalui Internet

Kursus Gratis Melalui Internet



Lulus dari sekolah bukan berarti tidak perlu belajar lagi karena belajar sebenarnya merupakan suatu pekerjaan seumur hidup. Semakin banyak yang kita tahu / baca biasanya akan semakin terasa betapa bodohnya sebetulnya kita. Bagi yang ingin menambah pengetahuan atau memperdalam suatu keahlian , internet adalah salah satu tempat yang patut dilirik. Banyak sekali informasi yang dapat diperoleh di internet, baik dari situs yang memang menyajikan informasi mengenai hal tersebut, situs yang berisi jurnal , perpustakaan virtual, dll . Selain itu ternyata terdapat cukup banyak situs yang memberikan kursus gratis dengan beragam subyek, mulai dari yang berhubungan dengan internet dan komputer , misalnya membuat website, belajar windows NT, linux, dll sampai ke belajar membuat tulisan, automotive, bahasa, kerajinan tangan dll.



Karena kursus - kursus tersebut gratis, kebanyakan dari mereka tidak memberikan ijasah atau sertifikat . karena tujuan dari diadakannya kursus teresebut adalah untuk memberikan ilmu bukan untuk memberikan sertifikat atau ijasah . Jadi bagi anda yang ingin memperoleh bukti bahwa anda sudah mengikuti atau menguasai suatu keahlian tertentu , tentu saja hal tersebut tidak dapat dipenuhi.



Ada beberapa test dan kursus yang dapat dicoba bagi anda yang ingin mengikuti kuliah MBA , maupun ingin mengambil test TOEFL. Jika ingin mengikuti kuliah MBA ada persyaratan nilai GMAT ( Graduate Management Admission Test) yang harus dipenuhi , nah kursus untuk mempersiapkan diri anda mengikuti GMAT dapat diikuti di internet secara gratis. Coba buka website http://www.testtutor.com. Di situs tersebut selain GMAT anda juga dapat mengikuti kursus persiapan TOEFL . Tidak hanya kursus dan latihan saja yang dapat anda ikuti , melainkan anda juga dapat mencoba test gratis dan melihat berapa nilai yang dapat anda kumpulkan . Sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kursus, . biaya yang perlu anda keluarkan hanya biaya akses internet saja. Untuk dapat mengikuti kursus di situs ini anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.



Situs kursus gratis lain yang cukup bagus untuk dicoba adalah http://www.free-ed.net ( free education on the internet) . Pengelola situs ini menyatakan bahwa situs mereka bukan sebuah sekolah di cyberspace , sehingga mereka tidak memberikan diploma atau sertifikat bagi pengikut kursus di situs mereka. Dan kegunaan dari situs ini adalah untuk :

- melakukan tinjauan kembali dari materi yang pernah diperoleh di sekolah

- mempersiapkan diri untuk test ( baik test untuk sekolah atau test penerimaan pegawai)

- memperluas kemampuan dan penegrtian akan sesuatu ( baik yang berhubungan dengan hobby, pekerjaan , dll)



Banyak subyek yang disajikan disini, antara lain bisnis dan ekonomi, humanities (jurnalisme, modern language, dll) , fashion, computer science, medicine, dll. Jika anda memilih salah satu dari subyek tersebut maka akan disajikan beberapa alamat situs yang memberikan kursus mengenai subyek yang anda pilih. Jadi pada intinya situs ini hanya sebagai penyedia keterangan atau mengumpulkan daftar alamat situs-situs yang menyediakan kursus gratis di internet.



Situs http://www.learn2.com menyatakan dirinya sebagai " situs pertama yang menjadi tujuan dari solusi e- learning " Di situs ini anda dapat menambah keahlian anda dalam berbagai subyek. Subyek yang disajikan juga sangat berragam, antara lain art & craft, sprot & recreation, writing and speech, dll. Penyajiannya sangat mudah dipahami karena disajikan secara jelas dan 'step by step'. Di sini anda dapat belajar bagaimana menggunakan PALM, bagaimana menanam bunga mawar yang indah , membuat dupa wangi, bahkan belajar menilai nilai suatu lukisan. Cukup beragam bukan ??



Ingin membuat suatu organisasi non profit atau profit ? Ternyata ada juga kursusnya untuk membuka atau memulai suatu organisasi non profit/profit, bagaimana memanagenya organisasi tersebut, staffing dan supervisi , dll. Coba saja buka http://www.managementhelp.org/fp_progs/org_dev.html untuk profit organisasi.





Ingin kursus gratis lewat e-mail, coba buka http://www.successsolutions.com/freecourses.htm. Ada dapat mengikuti kursus gratis , dimana materi kursus akan dikirimkan lewat e-mail . Sebenarnya hal ini dapat menghemat biaya, karena materi kursus dapat anda peroleh hanya dengan membuka e-mail. Jika anda mempunyai koneksi internet di rumah, setelah e-mail anda ambil dan masuk ke dalam hard disk anda, maka koneksi internet dapat anda putuskan dan e-mail dapat dibaca secara off line. Bila anda mengambil e-mail lewat warnet, maka untuk menghemat koneksi isi e-mail dapat anda copy ke dalam word dan disimpan di dalam disket atau dapat juga di print. Subyek yang dapat anda ikuti antara lain adalah Newwriting master course ( kursus intensive selama 5 hari untuk menjadi seorang e-persuader yang efektif).



Di http://virtual.net.uy/netfree.html, anda dapat mendaftar untuk menerima news letter yang berisi mengenai informasi kursus gratis yang ada di internet, jadi anda tidak perlu membuang waktu untuk melakukan surfing di web . Di situs ini juga terdapat daftar situs-situs yang menyediakan kursus gratis.



Jika anda tertarik untuk belajar melukis, menggambar menggunakan cat minyak , melukis portret dll buka saja situs http://www.wetcanvas.com/artschool/index.htm. Disajikan cara -cara mulai dari tehnik yang paling dasar.



Atau ingin menjadi pengusaha roti ? Coba saja buka homepage http://bakingmasters.com/index.html disitu anda dapat belajar mulai dari kue kering, roti , cakes, icing sampai pies baik untuk usaha rumahan atau jika anda ingin menjadi seorang bakery yang profesional .



Subyek kursus gratis yang cukup banyak di internet adalah mengenai belajar bahasa. Coba saja buka http://www.word2word.com/course.html terdapat 84 bahasa yang ditawarkan disini, mulai dari bahasa yang umum Inggris, Belanda, Perancis, Arab, sampai ke bahasa yang mungkin baru pertama kali anda dengar namanya, misalnya gaelic, xhosa, mingo ( bahasa mana ya?? Yang ternyata setelah dibuka link nya adalah bahasa daerah di wetern Pennsylvanisa, Eastern Ohio dan West Virginia ) serta masih banyak bahasa lain yang namanya terdengar aneh bahkan agak eksotis. Sewaktu saya coba mengklik " Indonesian language " ternyata membuka suatu situs belajar bahasa Indonesia yang terdapat di sebuah universitas di Amerika. Di situs tersebut terdapat kamus bahasa Indonesia dan belajar bahasa Indonesia selama 7 hari . Website tersebut dibuat oleh tim Bahasa di pusat studi Asia Tenggara - Northern Illinois University



Anda juga dapat mencoba kemampuan berbahasa asing anda , misalnya anda ingin mencoba kemampuan berbahasa Inggris, Itali dan Jerman , dan setelah di klik ternyata membuka situs http://goethe-verlag.com/tests/ , ada test kemampuan berbahasa Indoensia juga lho di situs ini . Jadi anda dapat melakukan test sendiri apakah kemampuan bahasa asing anda bagus , lumayan atau buruk banget. Jika ternyata masih dibawah standart tidak ada salahnya bila anda mengikuti kursus gratis yang disediakan di situs tersebut.



Bagi yang mempunyai rencana untuk pergi ke luar negeri untuk sekedar jalan-jalan, perlu juga membuka situs belajar bahasa untuk pelancong . Di situs tersebut diberikan kalimat-kalimat yang biasa dipakai sehari-hari atau kalimat yang diperlukan untuk percakapan sehari-hari . Ada pilihan bahasa ibu anda ( yang ternyata pilihan bahasa Indonesia juga ada lho) dan bahasa asing yang hendak anda pelajari.



Web site belajar bahasa yang cukup asyik untuk dibuka adalah www.elanguage.com. Coba saja klik menu virtual talk dan disitu anda dapat mencoba untuk melakukan percakapan ( tentu saja dibutuhkan perangkat tambahan di komputer anda , yaitu mike dan tentunya komputer anda harus support multi media) atau jika tidak ingin berbicara langsung dapat memilih jawaban dengan cara 'klik mouse ' Ada juga menu "vocabulary builder" yaitu untuk menambah perbendaharaan kosa kata anda. Yang menarik disini anda dapat belajar kata-kata baru dengan bantuan gambar , mendengar kata tersebut diucapkan dan mempergunakan kata-kata tersebut pada latihan yang disajikan. Caranya juga tidak sulit, anda harus memilih bahasa Ibu anda dan pilihan bahasa yang ingin dipelajari. Jangan khawatir karena bahasa Indonesia ada di dalam menu yang disajikan.



Belajar bahasa Inggris lewat e-mail juga dapat diikuti lewat situs http://www.englishpractice.com

Mereka akan mengirimkan pelajaran bahasa Inggris ke e-mail anda setiap minggu. Disini anda juga dapat melakukan test sendiri untuk mengetahui sampai di level mana penguasaan bahasa Inggris anda .Situs ini juga menyajikan chat room sehingga anda dapat mencari teman baru yang dapat diajak untuk berlatih bahasa Inggris anda. Ada juga kontes berlatih bahasa Inggris yang digelar setiap hari , dan bagi yang ingin menambah perbendaharaan kata-kata dapat mengikuti vocabulary club.



Ternyata banyak sekali subyek atau topik yang dapat dipelajari di internet secara gratis, coba saja membuka situs-situs kursus gratis tersebut, barangkali ilmu yang anda peroleh dapat dipakai untuk meningkatkan keahlian / pengetahuan anda yang berguna bagi pekerjaan anda atau bahkan untuk mebuka suatu lapangan pekerjaan baru bagi anda sendiri.

http://artikel.total.or.id