Selasa, Desember 30, 2008
Burung Merak Raja di Bawah Keranjang
Seorang raja mempunyai sebuah taman, yang sepanjangempat musim selalu ditumbuhi tanam-tanaman yang wangi, hijausubur dan menyenangkan. Air mengalir berlimpah-limpahmelaluinya, dan segala macam burung bernyanyi daridahan-dahan pohon. Setiap hal yang baik dan indah yang dapatkita bayangkan terdapat di dalam taman itu. Dan di antarasemuanya itu ada sekelompok burung merak yang cantik. Sekali waktu sang raja mengambil salah seekor burung merak,dan memerintahkannya agar ia dimasukkan ke dalam kantungkulit supaya bulu-bulunya tidak dapat dilihat, sehingga iatidak dapat mengagumi keindahannya sendiri dengan cara apapun. Dia juga memerintahkan agar burung merak ituditempatkan di bawah sebuah keranjang yang hanya mempunyaisatu lubang, melalui lubang itu sedikit biji-bijian dapatdituangkan ke dalamnya untuk makanannya. Lama waktu berlalu. Burung merak itu lupa pada dirinyasendiri, sang raja, taman, dan burung-burung merak lainnya.Ia melihat pada dirinya sendiri. Burung tersebut tidakmelihat apa-apa kecuali kantung kulit yang kotor itu. Iamulai menyukai tempat tinggalnya yang gelap dan jelek; iapercaya di dalam hatinya bahwa tidak mungkin ada tempat yanglebih besar dari ruangan di dalam keranjang itu, sedemikianrupa sehingga ia menganggapnya sebagai keyakinan bahwa jikaada orang menyatakan tentang suatu kehidupan, tempat tinggalatau kesempurnaan di luar yang ia ketahui, maka iamenganggapnya sebagai kekafiran mutlak, omong kosong besardan kebodohan yang murni. Sekalipun demikian, setiap kali angin segar berhembus, danharumnya bunga-bunga dan pepohonan, violet (= sejenistumbuhan yang bunganya berbau harum), melati dan tumbuhanrempah-rempah sampai ke hidung burung itu, ia merasakankesenangan yang mengejutkan melalui lubang itu. Timbulkekhawatiran di dalam hatinya. Ia merasakan adanya hasratuntuk pergi dan kerinduan batin, tetapi ia tidak tahu darimana kerinduan itu berasal, sebab, kecuali kantung kulititu, ia tidak mengetahui apa-apa; selain keranjang itu,tidak ada dunia lain; selain biji-bijian itu, tidak adamakanan lain. Ia telah melupakan semuanya. Ketikasekali-sekali ia mendengar suara burung-burung merakbernyanyi, dan burung-burung lain berlagu, kerinduan danhasratnya timbul; tetapi ia tidak terbangunkan olehsuara-suara burung-burung itu atau hembusan angin. Pernah iabergairah memikirkan sarangnya. Angin sepoi-sepoi bertiup menyentuhku dan hampirmengucapkan kata-kata, 'aku adalah kurir untukmudari kekasihmu.' (13) Lama sekali ia memikirkan apa sesungguhnya angin yangharum itu, dan darimanakah bunyi-bunyian yang indah itudatang. Wahai kilat yang menyambar, dari perlindungansiapa engkau muncul? Tetapi ia tidak sadar-sadar juga, meskipun sepanjang masaitu kesenangan tetap tinggal di hatinya. Ah, kalau saja Laila sekali sajamengirimkan salam karunianya, meskipun diantarakami terbentang debu dan bebatuan besar. Salam kegembiraanku akan merupakan jawabnya,atau akan menjeritlah kepadanya si burung hantu,burung sakit yang memekik di tengah keremangankuburan. Burung merak itu bodoh, karena ia telah lupa kepada dirinyadan juga tanah airnya. . . . janganlah hendaknya kamu bertingkah sepertiorang yang melupakan Allah, yang mengakibatkanAllah membuat mereka lupa diri pula. (QS 59:19) Setiap kali hembusan angin atau suara-suara datang daritaman, timbul hasrat dalam diri si burung merak tanpamengetahui mengapa demikian. Kedua baris ini adalah karya seorang penyair: Kilat Ma'arra bergerak di tengah malam, iamelewati malam di Rama yang melukiskankebosanannya. Ia benar-benar menyedihkan para penunggang,kuda-kudanya, unta-unta, dan terus bertambahmenyedihkan, hingga ia hampir menyedihkanpelana-pelana (catatan: baris-baris ini berasaldari Al-Ma'arri, Siqth al-Zand. hal. 51). (14) Ia tetap kebingungan selama beberapa waktu, sampaisuatu hari sang raja memerintahkan agar burung itudilepaskan dari keranjang dan kantung kulitnya untuk dibawamenghadapnya. Peristiwa kebangkitan itu terjadi hanya dengansatu kali tiupan sangkakala saja. (QS 37:19) Apakah dia tidak mengetahui, apabila nanti sudahdibangkitkan segala isi kubur? Dan telahterungkap segala isi kalbu? Sesungguhnya Tuhanmereka pada hari itu maha mengetahuikeadaannya. (QS 100:9-11) Ketika burung keluar dari penutupnya, burung merak itumelihat dirinya berada di tengah-tengah taman. Ketikamemandang bulu-bulunya sendiri, dan melihat taman besertaaneka ragam bunganya, atmosfir dunia, kesempatan untukberjalan kesana-kemari dan terbang tinggi, serta semuasuara, irama, bentuk dan berbagai benda yang ada, ia berdirimendesah seakan-akan tak sadarkan diri (ejakulasi teofanik'syath' yang terkenal dari Husayn ibn Manshur Al-Hallaj). Wahai, sungguh aku menyesali kelalaianku dalammemenuhi kewajiban kepada Allah. (QS 39.56) Lalu Kami singkapkan tabir yang menutupimatamu, maka pandanganmu menjadi lepas jelas. (QS50:22) Mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,padahal ketika itu kamu melihat orang yangsedang melepaskan nyawanya itu, sedangkan Kamilebih dekat lagi kepadanya daripada kamu,namun kamu tidak melihat? (QS 56:83-85) Jangan berbuat begitu, kelak kamu akan tahuakibatnya. Sekali lagi, jangan berbuat begitu,kelak kamu akan tahu juga akibatnya. (QS102:3-4)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar